Search Engine

Berlangganan

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Subscribe to Caruban To Night by Email

JANGAN LUPA, BILA ANDA TERTARIK DENGAN INFO-INFO YANG DISAJIKAN. BERLANGGANAN LEWAT EMAIL AGAR ANDA BISA MENDAPAT INFO-INFO CTN LANGSUNG KE EMAIL ANDA. ^_^

Minggu, 12 Juni 2011

Cara membuat pupuk kompos


Artikel ini sebenar'nya artikel temen saya untuk di pakai lomba KIR se-Jawa Timur.  Artikel ini saya temukan di Flasdisk temen sekelas'ku.hehehe,,, setelah dapet hak buat 'copas'. Akhir'nya, Artikel ini sampai juga di blog GPS. hehehe,,

Bagi anda yang menyukai beternak dan bertanam mungkin sudah tidak asing lagi dengan pupuk. tetapi apakah anda mengetahui bagaimana cara pembuatan dari pupuk tersebut?. untuk memberikan informasi bagi anda yang saat ini sedang mempelajari bagaimana cara membuat pupuk, mungkin tulisan ini bisa menjadikan panduan bagi anda dalam membaut pupuk organik dengan mudah dan gampang, sebelum kita mengetahui cara pembuatan pupuk organik. Terlebih dahulu kita haru mengenal apa itu pupuk organik.

Mengenal Apa Itu Pupuk organik adalah zat yang merupakan hasil penguraian bahan organik. Penguraian bisa dilakukan oleh jasad renik (seperti cacing) atau mikroorganisme (seperti bakteri, protozoa, dan jamur). Penguraian tersebut menghasilkan zat-zat nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Beberapa contoh pupuk organik, di antaranya kompos, pupuk kandang, dan pupuk hijau.

Teknologi pembuatan pupuk organik ,seperti kompos dan pupuk kandang, selama ini masih dilakukan secara konvensional. Masih minim usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas nutrisi di dalamnya. Sejumlah teknologi baru untuk meningkatkan mutu kompos dan pupuk kandang agar memberikan hasil optimal bagi tanaman, telah diupayakan sebagai alternatif baru bagi masyarakat. Upaya pembuatan kompos dan pupuk kandang menggunakan bioaktifator, seperti EM-4 atau CM, diharapkan menjadi sebuah kebiasaan masyarakat untuk meningkatkan hasil pertanian.

Teknik pembuatan pupk organik(Kompos)
Pembuatan pupuk organik berupa kompos untuk setiap kuintalnya bisa dilakukan dengan bahan-bahan sebagai berikut.
* Bahan dasar berupa kotoran hewan atau jerami sebanyak 100 kilogram.
* Serbuk gergaji kayu dengan kapasitas 20 kilogram.
* Bekatul dengan berat 2 kilogram.
* CM yang bisa diperoleh di pasaran sebanyak 50cc.
* Tetes tebu, bila tidak ada bisa diganti dengan larutan gula sebanyak 100cc.
* Air dengan takaran 25 liter.
* Nutrisi, bisa berupa nitrogen dari pupuk urea, fosfor dari TSP, kalium dari pupuk KCl, dengan jumlah secukupnya.

Pembuatan Pupuk Organik (Kompos)
* Campurlah bahan dasar, serbuk gergaji kayu, dan bekatul dengan merata.
* Untuk bahan-bahan lain, dicampurkan di dalam air.
* Siramkan larutan air yang telah dihomogenkan dengan campuran bahan dasar, homogenkan kembali.
* Ketika adonan telah tercampur dan berbentuk seperti bubur yang agak padat, buatlah seperti gundukan.
* Tutupilah gundukan tersebut dengan plastik dalam jangka waktu empat hingga lima hari ke depan.
* Proses fermentasi pupuk kompos akan terjadi di dalam adonan. Proses ini ditandai dengan kenaikan suhu atau temperatur adonan.
* Setelah empat hingga lima hari, cek adonan dengan indikasi bila adonan dipegang, tidak lengket. Adonan tidak berbau dan tidak terasa panas bila dipegang. Adonan mempunyai warna lebih gelap dan sedikit mengkilat

Teknik pembuatan pupuk organik semprot
Pupuk organik kompos, selain digunakan untuk melapisi tanah, bisa dibuat dalam bentuk cair untuk disemprotkan ataupun dipakai bersamaan dengan saat penyiraman tanaman. Untuk membuat pupuk organik semprot dengan hasil 10 liter, digunakan bahan-bahan sebagai berikut.
* Pupuk kandang dengan berat 2kg.
* Bekatul secukupnya, kira-kira setengah kilogram.
* Larutan gula setengah liter.
* CM yang bisa dibeli di pasaran dengan jumlah 100cc.
* Air untuk menghomogenkan sejumlah 15 liter.
* Nutrisi dari pupuk-pupuk kimia bila diperlukan secukupnya.
Pembuatan Pupuk Organik Semprot
* Tempatkan pupuk kandang dalam ember dan dituangi air mendidih sejumlah 15 liter, biarkan hingga menjadi hangat.
* Ambil cairan dari larutan tersebut dengan cara disaring.
* Bila cairan telah dingin, masukkan bekatul, larutan gula, CM, dan nutrisi. Aduklah hingga homogen.
* Berikan aerator aquarium pada cairan tersebut, hidupkan aerator selama 4 hingga 5 hari.
* Gunakan pupuk tersebut dengan terlebih dahulu mengencerkannya 200 kali. 1 liter pupuk organik semprot dicampur dengan air hingga 200 liter.


(Dilarang Mencopas tanpa seijin dan tanpa menyertai asal sumber artikel tersebut. Hak Cipta dilindungi oleh UU dan Allah SWT)

ttd

CTN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan memberikan Komentar, Saran, Kritik, Masukan atas Artikel diatas. ^_^

Dimohon untuk tidak mengunakan akun anonim.

No Spam please!

Assalamualaikum

Traffic Visit